in catatan hati

Hilang separuh masa bersama anakku

image_pdfimage_print

Setelah kulangkahkan kaki dari muai pagi hari hingga malam datang. Tak pernahku sadari waktu terus berjalan menjauhi hidupku. Ku hanya memikirkan bagaimana cara menyelesaikan tugasku. Waktu yang berputar membuatku menjauh dari sebuah tanggung jawab yang ku tahu hanya sebuah kewajiban.

Sebuah senyuman yang ku dapat dari buah hatiku selalu diwaktu ia terlelap. Aku selalu memperhatikan perkembanganmu disaat malam hari diwaktu kedua matamu terpejam. Kasih sayangku ku berikan saat kau baru saja tertidur pulas dan ego penuh emosi ku berikan saat aku terperanjak bangun dari tidurku karena tangismu. Aku berusaha menjauh dari dirimu masih berselimutkan lembutnya udara pagi. Lalu kapan kau bisa merasakan sepenuhnya kasih sayang dari kedua orang tuamu?

Sebuah tugas mengembalikan aku untuk menjauh dan tidak memperhatikan dirimu. Bagaimana pertumbuhanmu nak? Bagaimana keseharianmu nak? Apakah engkau cukup dengan kasih sayang yang tak bisa kau rasakan? Aku hanya bisa mencukupkan kebutuhanmu. Lalu bagimana dengan pertumbuhan jiwaku wahai orang tuaku?

Saat aku kembali bersamamu, aku tidak bisa memberikan sepenuhnya kehangatan bersamamu, tapi aku sudah letih dalam tugasku dan akan kembali terlelap untuk mengembalikan staminaku. Dan disaat kau meminta perhatianku dengan tangisanmu, aku tak membendung emosiku untuk memarahimu agar kau terdiam. Aku hanya bisa memberikan wajah kasarku saat kau membutuhkan aku. Mana kasih sayang yang kau berikan untuk buah hatimu, wahai kedua orang tuaku? Wajah penuh air mata dan isak tangis tak membuatku sadar. Entah apa yang aku lakukan? Aku hanya bisa berkata “aku sayang padamu, aku mencintaimu, aku akan mendidikmu agar kau menjadi kebahagiaan yang abadiku.”, tapi dimana kenyataannya?

Maafkan aku, anakku. Aku akan berikan waktu bersamamu, serta membangun mental dan jiwamu, agar kau bisa hadapi dunia ini dengan senyummu. Dan kau penuhi kasih sayang dariku dan cahaya wajahmu tak akan pernah pudar untuk memancarkan kebaikan hatimu.

Terima kasih senyummu, putri kecilku. Kau sudah besar tanpa aku tahu perkembangan dirimu. Aku akan selalu ada untuk mu, dan memberikan bukan hanya kasih sayangku, tapi sepenuh jiwa dan ragaku.

– Ribhy –

Write a Comment

Comment

  1. hallo mas.. salam kenal. nama saya deni. mohon maaf mau tanya oot. bagaimana dengan polip mas ribhy? apakah sudah bisa sembuh total? dengan pengobatan bagaimana mas? karena saya juga terkena polip yg menggangu sekali pernafasan saya, hanya saya takut untuk operasi. mohon penjelasannya ya mas. terima kasih banyak.

    • polip tidak bisa hilang jika ingin sembuh total harus operasi. Polip bisa lebih kecil dengan terapi yang saya informasikan, dan akan tetap ada dan bisa membesar kembali jika kita bertemu dengan alergi yang dialami. Semoga bisa menjelaskan.